Kobe – Wisata kuliner dan religi

Hampir semua orang yang tinggal di Jepang atau menyukai Jepang pernah mendengat tentang Kobe, kota pelabuhan yang terkenal dengan daging sapinya yang super lembut yang lebih dikenal dengan brand Kobe Beef.

Beberapa minggu yang lalu saya diajak mengunjungi kota ini dan menginap di Portopia, hotel bintang 4 yang legendaris di Kobe. Agenda wajib saat berada di Kobe adalah mencoba kelezatan Kobe Beef. Di Portopia hotel, kami memilih full-course dinner, dengan menu Kobe Beef, sea food ala fusion-Japanese, dan tidak ketinggalan matcha serta wagashi atau dessert tradisional Jepang. Grand chef Portopia Hotel Takahiko Kishimoto menjamu kami dengan sangat ramah.

Bagi pecinta daging sapi yang lembut, Kobe Beef betul-betul lumer di mulut, gurih dan memuaskan! Meski cuma berbumbu garam, Kobe Beef enaknya bikin ketagihan 🙂

Selain Kobe Beef yang sudah mendunia, Kobe juga punya satu bakery kecil nan cantik yang bernama Ca Marche yang berlokasi di dekat Masjid Kobe, tepatnya di alamat berikut: 3-1-3 Yamamotodori Chuoku Kobe 650-0003.

Pemilik bakery ini bernama Takaaki Nishikawa. Beliau sudah lama bekerja sebagai pastry chef dan cukup terkenal di kalangan patissier Jepang. Mengunjungi Ca Marche di musim dingin mengingatkan kita akan suasana winter di Perancis. Kebanyakan orang membeli roti dan kue-kue Natal waktu kami mengunjungi Ca Marche. Bagi mereka yang tahan dingin, disediakan kursi untuk tempat makan dan ngopi di luar. Dekorasi interiornya yang romantis dan aroma rotinya yang menggugah selera menjadi alasan untuk mampir di Ca Marche!

Bagi yang berminat untuk mampir dan sholat di Masjid Kobe, masjid ini hanya berjarak beberapa meter dari Ca Marche. Masjid tertua di Jepang dengan gaya arsitektur Turki tradisional yang sudah berusia 80 tahun ini adalah saksi sejarah Perang Dunia II tahun 1945 dan gempa bumi besar tahun 1995 yang pernah menghancurkan Kobe. Ajaibnya, masjid ini tidak runtuh saat Kobe dibombardir serangan udara pada Perang Dunia dan hanya mengalami sedikit keretakan waktu gempa bumi besar melanda kota ini. Tempat sholat pria ada di lantai 1 dan untuk wanita di lantai 2. Atmosfir yang ramah pengunjung membuat Masjid Kobe layak dikunjungi. Jangan khawatir bagi non-muslim atau mereka yang hanya mau melihat keindahan interiornya bisa masuk ke dalam masjid asal tidak menggangu kegiatan ibadah yang sedang berlangsung.

Selamat bertualang di Kobe!

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s